WALIKOTA LUBUKLINGGAU HARUS MENGEDEPANKAN PROFESIONALISME DALAM PEREKRUTAN DIREKTUR PDAM, JANGAN ADA POLITIK PRAKTIS

Lubuk Linggau, Opini154 Dilihat

SEGUNTANG.COM, LUBUKLINGGAU – Seguntang.com – Proses seleksi terbuka Calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau kini memicu berbagai spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat. Seleksi yang seharusnya menjadi ajang kompetisi profesional dan transparan guna mencari pemimpin terbaik untuk membenahi pelayanan air bersih, justru dinilai sebagian pihak berpotensi hanya menjadi formalitas belaka.

 

Sejumlah dugaan berkembang bahwa nama H. Suhada telah dipersiapkan sebagai calon kuat sebelum proses seleksi dibuka secara resmi kepada publik.

 

Atas kondisi tersebut, muncul pertanyaan dari masyarakat. Jika figur yang akan dipilih telah ditentukan sejak awal, mengapa Pemerintah Kota Lubuklinggau tetap menggelar seleksi terbuka yang menghabiskan waktu, tenaga, dan anggaran? Mengapa tidak dilakukan penunjukan secara langsung sesuai mekanisme yang berlaku apabila memang telah memiliki pilihan tertentu?

 

Dugaan Akomodasi Politik

 

Spekulasi yang berkembang juga mengaitkan proses ini dengan kepentingan politik pasca-Pilkada. Sebagian kalangan menduga adanya upaya akomodasi politik atau balas jasa kepada pihak-pihak yang dianggap berkontribusi dalam pemenangan pasangan H. Rachmat Hidayat dan H. Rustam Effendi pada Pilkada lalu.

 

Jika dugaan tersebut benar, maka hal itu dinilai dapat mencederai prinsip profesionalisme dan independensi Panitia Seleksi (Pansel), yang seharusnya bekerja objektif berdasarkan kompetensi dan rekam jejak para peserta.

 

Kandidat Lain dan Kepentingan Publik

 

Polemik ini tidak hanya menyangkut perebutan jabatan, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas. Apabila proses seleksi tidak berjalan secara transparan dan profesional, maka terdapat dua dampak yang berpotensi terjadi:

 

1. Mencederai hak kandidat lain, karena peserta yang memiliki kompetensi dan pengalaman dapat merasa hanya dijadikan pelengkap administrasi untuk memenuhi syarat seleksi.

 

2. Mengorbankan kepentingan masyarakat, karena PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran penting dalam pelayanan air bersih bagi warga Kota Lubuklinggau.

 

Masyarakat tentu berharap direktur yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan manajerial untuk membenahi berbagai persoalan yang masih dihadapi PDAM Tirta Bukit Sulap.

 

Aktivis Muda Ingatkan Walikota

 

Aktivis muda Tommy JP mengingatkan Walikota Lubuklinggau agar mengedepankan profesionalisme dan transparansi dalam proses pemilihan Direktur PDAM.

 

“Jangan sampai ada hal-hal yang dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat kepada Walikota. Jika nantinya terbukti ada unsur balas budi politik dalam proses perekrutan Direktur PDAM, tentu hal tersebut akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional,” ujar Tommy JP.

 

Ia menegaskan, apabila dugaan yang berkembang di tengah masyarakat terbukti benar, maka dirinya bersama rekan-rekan aktivis akan menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Kami akan terus mengawal proses ini demi memastikan bahwa kepentingan masyarakat berada di atas kepentingan politik praktis,” tutup Tommy Jp

Posting Terkait

Jangan Lewatkan