Endri, Sosok Pelatih yang Membangun Generasi Petarung Muratara Lewat Naga Bonar Boxing Camp

News, Sumsel52 Dilihat

LUBUKLINGGAU – Nama Endri semakin dikenal di kalangan pecinta olahraga tarung di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Di mata banyak atlet dan penggemar olahraga bela diri, Endri dinilai sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh yang berhasil melahirkan petarung-petarung berbakat dari daerah.

Perjalanan Endri di dunia bela diri bukanlah kisah yang instan. Ia merupakan seorang pesilat sekaligus warga kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Sebelum kembali ke kampung halamannya di Desa Trans Subur, Endri pernah meniti karier sebagai atlet MMA dan silat bebas saat berada di Jakarta. Pengalaman bertanding dan berlatih bersama atlet-atlet dari berbagai daerah menjadi bekal berharga yang kemudian ia bawa pulang untuk membangun dunia olahraga di Muratara.

Berbekal pengalaman tersebut, Endri mendirikan Naga Bonar Boxing Camp, sebuah tempat pembinaan atlet yang kini menjadi wadah lahirnya petinju-petinju muda berbakat. Dengan disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, ia membina generasi muda agar tidak hanya menjadi atlet berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Hasil dari pembinaan itu mulai terlihat. Sejumlah atlet binaannya berhasil mencuri perhatian dalam berbagai ajang. Salah satunya adalah Gunawan, petinju yang dikenal dengan catatan kemenangan beruntun tanpa terkalahkan di ajang Linggau Fight Club. Selain itu, ada pula Dedi, yang dijuluki “Raja K.O.” berkat gaya bertarung agresif dan kemampuannya mengakhiri pertandingan dengan kemenangan knockout.

Tak hanya dua nama tersebut, masih banyak petarung muda berbakat yang lahir dari Naga Bonar Boxing Camp. Mereka terus berkembang dan membawa nama Muratara bersaing di berbagai kejuaraan, sekaligus membuktikan bahwa daerah juga mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas.

Bagi Endri, prestasi bukanlah tujuan akhir. Ia percaya bahwa olahraga adalah jalan untuk membentuk disiplin, mental baja, serta menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif. Karena itu, ia terus membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkembang di dunia tinju maupun olahraga tarung.

Tak hanya aktif sebagai pelatih, Endri yang kini berusia 30 tahun juga dipercaya menjadi wasit di ajang Linggau Fight Club (LFC), salah satu promotor olahraga tarung terbesar di Sumatera Selatan. Kepercayaan tersebut menjadi bukti atas pengalaman, kemampuan teknis, serta integritasnya dalam dunia combat sports. Perannya sebagai pelatih sekaligus wasit menunjukkan dedikasinya dalam membangun ekosistem olahraga tarung yang profesional dan sportif di Sumatera Selatan.

Dedikasi Endri dalam membangun olahraga di Muratara menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dari sebuah camp sederhana di Trans Subur, ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, konsistensi, dan komitmen dalam membina generasi penerus.

Kini, Naga Bonar Boxing Camp tidak hanya dikenal sebagai tempat latihan, tetapi juga sebagai rumah bagi para calon juara yang siap mengharumkan nama Muratara di tingkat regional hingga nasional. Dengan semangat membina atlet sejak usia muda dan pengalaman panjang yang dimilikinya, Endri optimistis akan terus melahirkan petarung-petarung tangguh yang mampu mengangkat nama Muratara di kancah olahraga tarung Indonesia.