SBY Soroti Kenaikan BBM Non-Subsidi, Ingatkan Pentingnya Perlindungan Daya Beli Masyarakat
JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan di tengah tekanan ekonomi yang berpotensi meningkat akibat kenaikan tersebut.
SBY menilai stabilitas ekonomi nasional harus tetap menjadi prioritas. Ia mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar tidak semakin tergerus oleh kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pemerintah juga diharapkan mampu mengendalikan inflasi, menjaga keseimbangan fiskal, serta mengelola utang negara secara hati-hati.
Dalam pandangannya, lonjakan harga barang dan jasa perlu diantisipasi sejak dini karena dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi rumah tangga. Kebijakan ekonomi yang tepat dinilai menjadi kunci untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan global dan domestik.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, harga BBM non-subsidi mengalami penyesuaian. Harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Kemudian, Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Meski demikian, hingga saat ini harga BBM bersubsidi, termasuk Pertalite, masih belum mengalami perubahan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut diperkirakan akan terus menjadi perhatian berbagai pihak mengingat dampaknya terhadap biaya transportasi, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi masyarakat secara umum.
Sumber: Kompas


