LUBUKLINGGAU – Bulan suci Ramadan tak menjadi alasan bagi para petarung Warrior MMA Lubuklinggau untuk mengendurkan intensitas latihan. Justru di tengah menjalankan ibadah puasa, semangat dan disiplin para fighter semakin teruji demi menjaga performa dan kesiapan menghadapi berbagai agenda pertandingan.
Meski harus menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga waktu berbuka, para atlet tetap konsisten menjalani program latihan fisik, teknik striking, grappling, hingga sparring ringan. Pola latihan pun disesuaikan agar tetap aman dan efektif selama bulan Ramadan.
Pelatih Warrior MMA Lubuklinggau menjelaskan bahwa jadwal latihan kini lebih banyak dilakukan pada sore menjelang berbuka dan malam hari setelah salat tarawih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi berlebihan.
“Puasa bukan penghalang, justru menjadi momen melatih mental dan pengendalian diri. Fighter harus kuat bukan hanya fisik, tapi juga mental,” ujarnya.
Beberapa fighter mengaku bahwa berlatih saat puasa memberikan tantangan tersendiri. Selain menguras tenaga, mereka juga harus pintar menjaga asupan nutrisi saat sahur dan berbuka agar stamina tetap stabil.
Salah satu fighter Warrior MMA mengatakan, Ramadan menjadi ajang pembuktian komitmen terhadap dunia olahraga yang mereka tekuni. “Kami tetap latihan karena target tidak pernah libur. Puasa jalan, latihan tetap gas,” katanya penuh semangat.
Semangat juang para petarung ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan pecinta olahraga bela diri di Kota Lubuklinggau. Dedikasi mereka dinilai menjadi contoh positif bagi generasi muda, bahwa ibadah dan prestasi bisa berjalan beriringan.
Dengan disiplin, manajemen waktu yang baik, serta pola latihan terukur, para fighter Warrior MMA Lubuklinggau membuktikan bahwa Ramadan bukan penghalang untuk tetap berproses dan berkembang di dunia Mixed Martial Arts.
Puasa boleh menahan lapar dan dahaga, tetapi tidak pernah mampu menahan semangat juang para warrior muda Kota Lubuklinggau.

