AMMBB Gelar Aksi Jilid IV, Kembali Desak Copot Lurah dan Batalkan SK PLT RT

News79 Dilihat

Musi Rawas – Aliansi Masyarakat Muara Beliti Bersatu (AMMBB) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid IV di depan Kantor Bupati Musi Rawas, Senin (9/2/2026).

Aksi ini menegaskan sikap AMMBB yang tak bergeser dari tuntutan utama: pencopotan Lurah Pasar Muara Beliti dan pembatalan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (PLT) Ketua RT yang dinilai cacat prosedur.

Koordinator aksi, Tommy Jpisa, dalam orasinya menegaskan bahwa hingga hari ini belum ada sikap tegas dari Bupati Musi Rawas dalam menyelesaikan konflik tata kelola pemerintahan di Kelurahan Pasar Muara Beliti

“Kami datang lagi karena belum ada keputusan yang berpihak pada aspirasi masyarakat. Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas Tommy di hadapan massa aksi.

Dalam orasi tersebut, AMMBB menekankan dua poin tuntutan utama, yakni:

Mendesak pencopotan Lurah Pasar Muara Beliti

Mendesak pembatalan SK PLT RT

Selain itu, AMMBB juga menambahkan satu tuntutan penting, yakni mendesak Inspektorat Kabupaten Musi Rawas untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan di Kelurahan Pasar Muara Beliti.

Aksi sempat diwarnai ketegangan saat massa mendesak masuk ke dalam Kantor Bupati Musi Rawas.

Namun situasi berhasil dikendalikan setelah aparat keamanan dari Polres Musi Rawas melakukan upaya persuasif, sehingga aksi kembali berlangsung tertib.

Pihak Pemerintah Daerah kemudian menurunkan Asisten I Setda Musi Rawas bersama Camat Muara Beliti, Supriadi, untuk menemui massa.

Dialog terbuka pun berlangsung di tengah kerumunan massa aksi, disertai adu argumen terkait tuntutan AMMBB.

Hasilnya, Pemerintah Daerah menyatakan akan mengambil langkah lanjutan melalui rapat internal yang melibatkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Sekretaris Daerah Musi Rawas guna mencari solusi atas tuntutan massa.

Sekitar pukul 13.45 WIB, Camat Muara Beliti kembali menemui massa aksi dan menyampaikan hasil rapat internal. Pemerintah Daerah meminta waktu dua hari untuk membentuk panitia serta mengundang seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, hingga dinas terkait, guna mempersiapkan pembentukan panitia pemilihan 12 Ketua RT di lingkungan Kelurahan Pasar Muara Beliti.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator aksi Tommy Jpisa menyatakan AMMBB menyambut baik langkah inisiatif Pemerintah Daerah.

Namun ia menegaskan bahwa perjuangan belum selesai.

“Kami mengapresiasi langkah Pemda dan Camat.

Tapi kami tegaskan, AMMBB tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawal hingga seluruh proses berjalan sesuai dengan keinginan dan kehendak masyarakat,” tutupnya.