Dua Anak Meninggal Dunia Tenggelam di Kolam Sawit Terbengkalai, Warga Batu Urip Berduka

Lubuk Linggau148 Dilihat

LUBUKLINGGAU — Suasana duka menyelimuti Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Dua bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam pembibitan sawit yang sudah lama tidak terurus, Selasa (3/2/2026) sore.

Kedua korban diketahui bernama Azhar (9) dan Bindi (8), warga RT 02 Kelurahan Batu Urip. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Melati IV, tak jauh dari permukiman warga.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum kejadian, kedua korban bersama dua teman lainnya mendatangi lokasi kolam dengan tujuan berenang. Namun nahas, kolam yang berada di area terbengkalai itu diduga memiliki kedalaman cukup berbahaya bagi anak-anak.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, IPTU Sumardi Chandra, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, keempat anak memang datang ke lokasi kolam untuk berenang.

“Anak-anak berjumlah empat orang. Dari keterangan awal, mereka memang berniat berenang di kolam tersebut,” jelas IPTU Sumardi Chandra.

Menurut saksi di lokasi, kolam pembibitan sawit itu diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan luas kurang lebih 4 x 6 meter. Diduga, kedua korban tidak mampu menyelamatkan diri saat berada di dalam kolam hingga akhirnya tenggelam.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan serta melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Sayangnya, nyawa kedua bocah tersebut tidak dapat diselamatkan.

Petugas dari Polsek Lubuklinggau Utara telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan orang tua agar lebih waspada serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di sekitar lokasi berbahaya seperti kolam atau area terbengkalai yang berpotensi menimbulkan risiko fatal.