Warga Desa Batu Gane Ditemukan Tewas Diduga Diserang Harimau di Hulu Dusun Sri Penganten

News89 Dilihat

Seguntang.com

Musi Rawas – Peristiwa tragis menimpa seorang warga berinisial An (40), warga Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Sabtu (28/2/2026) di kawasan hulu Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan.

Saat ditemukan, kondisi korban sangat mengenaskan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala korban terpisah dari badan serta sebagian daging di bagian dada dan bahu hilang. Dugaan sementara, korban menjadi korban serangan harimau yang diduga keluar dari habitatnya.

Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah yang berbatasan dengan kawasan hutan. Seperti diketahui, harimau merupakan satwa dilindungi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, ketika habitat alaminya terganggu atau ruang jelajahnya semakin sempit, potensi konflik dengan manusia pun tak terhindarkan.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas seorang diri di area yang berisiko, terutama pada waktu-waktu rawan.

Pihak berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah, diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap langkah-langkah mitigasi konflik satwa liar juga perlu segera dilakukan.

Langkah preventif seperti pemasangan papan peringatan di titik rawan, sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur keselamatan saat beraktivitas di kawasan hutan, serta peningkatan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar menjadi hal yang mendesak untuk dilaksanakan.

Di sisi lain, perhatian dan dukungan moril kepada keluarga korban sangat diperlukan agar mereka dapat menghadapi musibah ini dengan tabah.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian habitat satwa liar demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.