Indonesia Ikut Bayar Iuran Sukarela Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump, Rp17 Triliun untuk Palestina

Nasional70 Dilihat
Oplus_131072

JAKARTA — Pemerintah Indonesia memutuskan ikut membayar iuran sukarela kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah organisasi internasional yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangani konflik global, termasuk upaya perdamaian dan rekonstruksi Gaza, Palestina.

Keputusan tersebut diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan nilai kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17 triliun.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono, dikutip dari Kompas, Selasa (…).

Sugiono menegaskan, dana tersebut bukan iuran wajib keanggotaan, melainkan kontribusi sukarela untuk mendukung penyelesaian konflik dan proses rekonstruksi di Palestina, khususnya Gaza.

“Ini bukan membership fee. Kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini merupakan upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza dan Palestina, termasuk rekonstruksi. Pertanyaannya, rekonstruksi siapa yang membayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Nah, di situ,” jelas Sugiono.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan strategis, yakni untuk mengawal agar kebijakan organisasi tersebut tetap sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara (two-state solution).

Sugiono juga menekankan bahwa negara yang tidak membayar iuran tetap dapat menjadi anggota Dewan Perdamaian selama tiga tahun.

“Tidak wajib. Semua negara yang diundang itu berhak menjadi anggota selama tiga tahun. Itu sudah diatur dalam charter-nya. Namun, kalau ikut berpartisipasi satu miliar dolar, maka statusnya menjadi permanen,” terang Sugiono.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, menilai partisipasi ini sebagai bagian dari komitmen aktif Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, khususnya dalam isu Palestina yang selama ini menjadi perhatian utama politik luar negeri Indonesia.