Jalan Lingkar Provinsi Desa Suro Menuju Bundaran Agropolitan Center Bikin Warga Bak Buah Simalakama, Debu Saat Kemarau dan Becek Saat Hujan

Musi Rawas57 Dilihat

MUSI RAWAS – Seguntang.com – Kondisi Jalan Lingkar Provinsi yang menghubungkan Jalan Sekayu–Lubuklinggau dengan Bundaran Agropolitan Center, tepatnya di wilayah Desa Suro, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga kini ruas jalan tersebut belum juga mendapatkan perbaikan maupun pengaspalan, padahal sudah bertahun-tahun menjadi akses utama bagi warga dan pengguna jalan.

Salah seorang warga Desa Suro, EK (31), mengaku kecewa karena kondisi jalan tersebut seolah tidak pernah menjadi prioritas pembangunan. Menurutnya, baik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas seharusnya lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jalan yang layak dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

EK menjelaskan, setiap musim kemarau masyarakat harus menghadapi kepulan debu yang sangat tebal akibat kendaraan yang melintas. Debu tersebut masuk ke rumah-rumah warga, mengotori perabotan, hingga mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Sebaliknya, ketika musim penghujan tiba, kondisi jalan berubah menjadi licin, berlumpur, dan dipenuhi genangan air sehingga membahayakan pengendara.

“Setiap hari kami merasakan dampaknya. Saat kemarau, kami tidak bisa menjemur pakaian di luar rumah karena langsung dipenuhi debu. Bahkan pintu depan rumah sering kami tutup agar debu tidak masuk ke dalam rumah. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan keluarga kami,” ujar EK saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, masyarakat berharap pemerintah tidak lagi menunda pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan, perdagangan, dan distribusi hasil pertanian yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Selain persoalan jalan, warga juga meminta pemerintah segera memasang lampu penerangan jalan di area jembatan yang berada di jalur tersebut. Saat malam hari, kondisi jembatan sangat gelap, sementara pagar pembatas di jembatan itu sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Situasi tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang belum mengenal kondisi jalan.

Masyarakat Desa Suro berharap aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas. Warga menginginkan adanya perhatian nyata melalui pengaspalan jalan serta pemasangan lampu penerangan di area jembatan demi terciptanya akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak. Mereka berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak lagi sekadar menjadi janji, melainkan segera direalisasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.