News171 Dilihat

Warga Muara Beliti Mengamuk, Tuntut Lurah Dicopot: Jabatan Diduga Dipakai Sewenang-wenang

MUSI RAWAS — Ratusan warga Kelurahan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, menggelar aksi damai di depan Gedung Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, kamis 29 Januari 2026. Aksi ini menjadi luapan kemarahan warga yang menuntut Lurah Muara Beliti dicopot dari jabatannya.

Warga menilai lurah telah menyalahgunakan kewenangan dengan mencopot sejumlah Ketua RT lama secara sepihak dan menggantinya dengan Pelaksana Tugas (PLT) RT baru, tanpa musyawarah dan tanpa alasan yang jelas. 

Kebijakan tersebut memicu perpecahan dan keresahan di tengah masyarakat.

“Ini bukan kerajaan lurah. RT itu dipilih warga, bukan ditunjuk seenaknya,” teriak salah satu orator dalam aksi tersebut.

Menurut warga, tindakan lurah dinilai arogan dan mencederai prinsip demokrasi di tingkat paling bawah. Alih-alih menjadi pengayom masyarakat, lurah justru dianggap menabur konflik dan memecah belah warga Kelurahan Muara Beliti.

Akibat kebijakan sepihak tersebut, warga terbelah dalam dua kubu. Situasi ini dikhawatirkan akan berdampak panjang terhadap stabilitas sosial dan pelayanan publik di lingkungan kelurahan.

Dalam orasinya, massa dengan tegas meminta Bupati Musi Rawas dan Inspektorat Daerah untuk segera turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan mencopot lurah dari jabatannya bila terbukti melanggar aturan.

“Kami tidak mau dipimpin lurah yang menyalahgunakan kekuasaan. Copot sekarang juga!” teriak massa kompak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Lurah Muara Beliti maupun Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terkait tuntutan warga tersebut. 

Massa menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap menggelar aksi lanjutan bila tuntutan mereka tidak digubris.

Aksi damai berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib, meski diwarnai orasi keras dan penuh emosi.